- Diposting oleh : latihan blog
- pada tanggal : Februari 03, 2026
JAKARTA – Dalam satu dekade terakhir, dunia digital berbahasa Arab mengalami pertumbuhan eksponensial. Laporan "Digital Landscape in the Middle East 2023" oleh Northwestern University in Qatar menyebutkan, pengguna internet di dunia Arab telah melampaui 250 juta orang, dengan konsumsi konten teks dan video berbasis Fusha meningkat hingga 40% sejak pandemi. Platform seperti "Raseef22", "Daraj", dan kanal-kanal edukasi di YouTube tumbuh subur, sementara raksasa media seperti Al Jazeera Media Network dan Al Arabiya terus memperluas sayap digital mereka.
Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan revolusi informasi yang melahirkan demand besar akan tenaga profesional yang tidak hanya bisa berbicara, tetapi terutama mahir dalam dua skill inti: membaca cepat dan analitis, serta menulis kreatif dan akurat dalam Fusha.
Membaca (Qira’ah) Cepat: Bahan Bakar untuk Riset dan Analisis
Di balik setiap artikel, laporan, atau script video yang viral, ada proses background reading yang intensif. "Skill membaca dalam konteks profesional sangat berbeda dengan membaca di kelas," ungkap Aisha Al-Farisi, seorang Content Strategist di Al Jazeera Mubasher. "Kami harus menelusuri puluhan (sumber mulai dari kantor berita, jurnal akademis, laporan resmi, hingga thread media sosial, red) dalam waktu singkat. Kemampuan membaca cepat, memahami inti, dan menganalisis bias dalam teks Fusha adalah kunci. Ini fondasi sebelum menulis satu kata pun."
Kemampuan ini sangat dicari untuk peran seperti:
Content Researcher: Menyediakan bahan mentah yang kredibel untuk tim kreatif.
Media Monitor: Melacak pemberitaan dan tren percakapan online untuk perusahaan atau pemerintah.
Analis Kebijakan: Menganalisis dokumen resmi dan siaran pers dari negara-negara Arab.
Menulis (Kitabah) yang Memikat: Ujung Tombak Komunikasi Digital
Setelah data dan ide terkumpul, tantangan sesungguhnya muncul: menuangkannya dalam tulisan yang enak dibaca, sesuai kaidah, dan mampu bersaing di tengah banjir informasi. Fusha yang digunakan di media digital adalah gaya yang dinamis—tetap elegan dan benar secara gramatikal, namun harus terasa relevan dan mudah dicerna bagi generasi muda.
"Banyak pelamar yang lancar bicara, tetapi ketika tes menulis artikel opini atau social media copy, kosakata terbatas dan strukturnya kaku," tutur M. Hilal Ramadhan, Editor Senior di Kompasiana yang pernah berkarier di portal berita Kuwait, Al-Qabas. "Industi membutuhkan content writer yang bisa menulis dengan gaya persuasif, naratif, atau eksplanatif sesuai platform. Mulai dari caption Instagram yang ringkas, artikel blog yang mendalam, hingga naskah video dokumenter."
Peluang karir untuk ahli Kitabah antara lain:
Digital Content Writer/Creator: Menghasilkan artikel, script, dan konten menarik untuk platform digital.
Editor/Proofreader: Memastikan keakuratan bahasa, gaya, dan fakta sebelum publikasi.
Penerjemah Lezat (Localization Specialist): Menerjemahkan konten global (misalnya, dari Inggris) ke Arab Fusha yang tidak hanya akurat, tetapi juga terasa native dan kontekstual bagi pembaca Arab.
Copywriter Iklan: Merancang kampanye periklanan dan branding untuk memasuki pasar Timur Tengah.
Testimoni dari Lapangan: "Skill Baca-Tulis adalah Investasi"
Ahmad Fauzi, lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia yang kini bekerja sebagai Social Media Analyst untuk sebuah perusahaan fintech di Dubai, membenarkan hal ini. "90% pekerjaan saya adalah reading and writing. Saya analisis tren percakapan di Twitter (X), lalu buat laporan dan rekomendasi strategi konten dalam bahasa Arab Fusha yang formal namun mudah dipahami klien. Skill menulis laporan yang sistematis dan jelas jauh lebih menentukan daripada sekadar bisa ngobol."
Menyiapkan Diri untuk Menyambut Peluang
Lalu, bagaimana mempersenjatai diri? Pakar menyarankan:
Konsumsi Konten Asli: Biasakan baca portal berita Arab besar setiap hari. Analisis strukturnya.
Latihan Menulis Terstruktur: Mulai dari ringkasan berita, lalu esai pendapat, hingga kreatif menulis copy untuk media sosial.
Ikut Kursus Spesialis: Cari pelatihan Content Writing in Arabic atau Journalistic Arabic yang banyak ditawarkan online.
Bangun Portofolio: Buat blog pribadi berbahasa Arab atau kontribusikan tulisan ke platform medium berbahasa Arab.
Kesimpulan
Booming konten digital Arab telah menggeser kebutuhan dari sekadar speaker pasif menjadi reader dan writer aktif yang andal. Skill Qira’ah dan Kitabah dalam Fusha bukan lagi sekadar nilai akademis, melainkan currency yang sangat berharga di pasar kerja media, komunikasi, dan teknologi saat ini. Bagi yang menguasainya, pintu karir di panggung internasional terbuka lebar.
